Rabu, 26 Desember 2012

Metode Baca Tulis Al-Qur'an Untuk Anak Usia Dini


1.Pilihlah Dua Metode Yang Akan Dianalisa ,Apa Perbedaan Mendasar Dari Metode Tersebut !

A.METODE LAMMA
Metode ini , adalah metode lancar membaca dan menulis al-qur’an .Metode ini cocok sekali untuk anak usia dini , dan memiliki pendekatan secara individual dan klasikal.

Pencipta / penemu metode lamma : metode lamma diciptakan/ditemukan oleh tim penulis Syahirman S.Ag dkk .badan kerjasama TPA/TPSA kota padang
Tahun dipublikasikan :  Padang,7 mei 2004
Latar belakang metode lamma : Pengalaman bertahun-tahun Sdr.Syahirman S.Ag sebagai guru TPA.pengalaman kemudian dituangkan kedalam tulisan yang diperkenalkan kepada rekan-rekan sesame guru TPA.
Tujuan :
Membantu guru guru TPA ,dan mengajar baik secara privat atau klasikal dan membantu santri TPA dalam memperlajari ,membaca,dan menulis al quran .mulai dari tingkat dasar dan membantu program pemerintah kota padang dalampenuntasan but abaca al quran.
Tujuan hasil pencapaian peserta didik :
Anak bisa membaca dan menulis huruf al-quran dengan baik dan benar.maka tiap-tiap pembelajaran didalam buku ini dilampiri dengan kertas tipis (drosla)yang tujuannya adalah agar setelah santri dapat membaca dengan baik dan benar kemudian santri akan berlatih menulis bacaan tersebut dengan cara menciplak dengan kertas droslah yang telah disediakan.
Target pengguna : Anak usia dini ,anak TPA, umum .

Prinsip-prinsip metode lamma :
·        Anak mampu membaca dan menulis al quran dengan baik dan benar
·        Kemampuan membaca dapat di peroleh dari latihan-latihan ,pada setiap pembelajaran.melalui pendekatan secara individual .
·        Kemampuan menulis dapat diperoleh dari latihan-latihan menulis ayat al quran,dan menciplak dengan kertas transparan.
·        Buku ini terdiri dari 15 kali pertemuan .

Kelebihan metode lama
·        Guru sebagai fasilitator
·        Anak mengenan huruf hijaiyah di awal
·        Anak pandai menulis huruf hijaiyah , karena diakhir pembelajaran anak menciplak huruf hijaiyah dengan menggunakan kertas tipis (Drosla)
·        Anak mengenal tajwid , sehingga anak bisa membaca al-qur’an dengan baik dan benar .
·        Metode ini menggunakan 15 pembelajaran . untuk tiap-tiap pembelajaran disesuaikan dengan waktu belajar di Tpa,Paud,Dsb.
·        Metode ini sesuai dengan karakteristik anak dan sesuai dengan tingkat umur anak .
·        Dalam metode ini langkah-langkahnya lengkap sehingga mudah di laksanakan guru atau pendidik .
·        Metode ini bisa digunakan dengan nyanyian,dan berbagai media .sehinnga menarik bagi anak ,dan anak tidk cepat bosan.

Kelemahan metode lamma :
·        Metode ini tidak menggunakan kata-kata lembaga,seperti metode al-barqi .
Langkah-langkah menerapkan metode lamma :

Pengenalan huruf hijaiyah dari alif sampai ya
Pembelajaran 1 pengenalan tanda baca fathah
Pembelajaran 2 pengenalan tanda baca kasrah      
Pembelajaran 3 pengenalan tanda baca dhommah
Pembelajaran 4 pengenalan bacaan berbaris: “a” “I” “u”
Pembelajaran 5 pengenalan tanda mati atau sukun
Pembelajaran 6 pengenalan tanda tanda tasdid
Pembelajaran 7 pengenalan bacaan tanwin
Pembelajaran 8 pengenalan bacaan panjang baris tegak dan dhommah terbalik
Pembelajaran 9 pengenalan bacaan bertanda alif saksi
Pembelajaran 10 pengenalan bacaan panjang ya mati
Pembelajaran 11 pengenalan bacaan panjang waw mati
Pembelajaran 12 pengenalan bacaan tidak berdengung
Pembelajaran 13 pengenalan bacaan berdengung
Pembelajaran 14 pengenalan bacaan mim bertasdid , dan nunbertasdid
Pembelajaran 15 pengenalan tanda waqaf
Latihan-latihan baca’an ayat al-qur’an

B.METODE ALBARQI

Pencipta/penemu metode al-barqi : Penemu “muhadjir sulthon”adalah dosen fakultas adab IAIN sunan ampel surabaya.

Tahun diterbitkan: tahun 1965


Latar belakang metode al-barqi :
Pengalaman penyusun ,dalam mengajar,karena banyak murid yang mengalami kesulitan  dalam belajar dan menulis al-quran.
Target pengguna :
 anak-anak ,hingga dewasa

Metode al-barqi (kilat) dinilai sebgaia metode cepat membaca al-quran yang paling awal.metode ini disebut metode “anti lupa “ karena mempunyai struktur yang apabila siswam lupa ,anak bisa mengingatnya kembali tanpa bantuan guru .Metode albarqi,menggunakan metode kata lembaga dengan pendekatan global dan bersifat analitik sintetik
Metode ini menggunakan 4 lembaga :
a-da-ra-ja
ma-ha-ka-ya
ka-ta-wa-na
sa-ma-la-ba

tiap kata lembaga hanya 4 suku kata dan tiap-tiap lembaga mempunyai arti hingga mudah dipahami dan dihafal ,kemudian dapat digunakan sebagai kunci rujukan pada saat anak-anak lupa karena metode ini merupakan metode anti lupa.

Metode ini menggunakan empat system :
·        Pengamatan sebuah struktur kata/ kalimat
·        Pemisahan
·        Pemilihan
·        Pemanduan

Teknik penyajiannya yang akurat ,seperti :
-konsentrasi menggunakan titian ingatan (mengingat sewaktu lupa )
-mengadakan kelompok bunyi untuk mengenal / pindah dari huruf yang telah dikenal kehuruf sulit .
-insyarat bunyi
-mengelompokkan bentuk huruf untuk memudahkan belajar menyambung.

Kelebihan metode albarqi :
·        Menggunakan system 8 jam
·        Praktis untuk segala umur
·        Menggunakan metode yang aktual , yakni SAS(Struktur Analitik Sintetik) yang memudahkan murid dalam belajar al-qur’an .
·        Cepat dapat membaca huruf sambung
·        Adanya teknik imlak, menulis khat
·        Tidak membosankan karena adanya nyanyian
·        Sangat cepat dipakai secara klasikal
·        Cocok untuk anak usia dini
·        Menurut pakar bahasa , dengan menggunakan kata bermakna ,anak lebih mudah menghafal , dan mudah diingat .
·        Metode yang paling akurat ,dalam mengembangkan baca tulis al-quran

Kelemahan metode albarqi
·        Anak tidak mengenal huruf hijaiyah dengan lengkap
·        Huruf hijaiyah diajarkan pada akhir pembelajaran.
·        Anak usia dini ,harus mengembangkan metode dengan permainan-permainan.

Prinsip metode al-barqi :
·        Menngunakan titian ingatan untuk mengenalkan bunyi dan bentuk huruf
·        Menggunakan kemiripan bentuk ,dan bunyi huruf sebelumnya untuk mengenal huruf yang tidak tercakup dalam kelompok titian ingatan.
·        Langsung dikenalkan pada huruf sambung,selain huruf tunggal
·        Langsung dikenalkan fathah ,kasrah,dhommah,panjang,pendek,dan tajwid.

Pendekatan metode al-barqi :
·        Pendekatan klasikal
·        Pendekatan individual
2.Menghasilkan Sebuah Metode Baru ,Dengan Langkah / Prinsip Baru Dengan Memodifikasi Kedua Metode Tersebut !
Memodifikasi metode lamma dan metode al-barqi ,
prinsip/langkah-langkah sbg :
·        Anak dapat mengenal dan mengetahui huruf hijaiyah lengkap,(alif sampai ya ) pada awal pembelajaran .
·        Anak dapat menyanyikan huruf hijaiyah dengan berbagai tanda baca .(fathah,kasrah,dhommah ,dsb )
·        Anak dapat menyanyikan huruf hijaiyah dengan menggunakan kata lembaga.
·        Anak mengetahui cara menulis huruf hijaiyah ,karena menggunakan lampiran kertas putih untuk menciplak .
·        Menggunakan kartu huruf hijaiyah,yang berwarna-warni.
·        Anak mengenal huruf sambung(tunggal,awal,tengah,dan akhir) yang diajarkan seperti metode al-barqi .
·        Anak mengenal tajwid yang diajarkan bertahap pada setiap pembelajaran,seperti metode lamma.(mad,tanwin,dengung,waqaf,dsb)
·        Anak dievaluasi pada setiap pertemuan,sehingga anak dan guru tahu , pada bagian yang mana perlu pernaikan dan pengayaan.
·        Pada anak yang mampu menguasai dengan baik ,anak diberi hadiah.
·        Anak bisa membaca ayat-ayat pendek dengan tajwid dan irama .
·        Anak bisa membaca al-quran dengan baik dan benar .

1 komentar: